Hubungan antara Berpikir Positif Dengan Harga Diri pada Lansia yang Tinggal di Panti Jompo di Bali
Year: 2013
Type: article
Study design: Observational Study
Abstract: berpikir negatif tentang keputusan keluarga yang menempatkan lansia di panti jompo, sehingga membuat lansia memiliki harga diri yang rendah.Karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan berpikir positif dengan harga diri lansia.Penelitian ini merupakan studi korelasional dengan subjek sebanyak 84 lansia yang tinggal di panti jompo di Bali.Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner.Variabel berpikir positif diukur dengan menggunakan kuesioner berpikir positif, sedangkan variabel harga diri diukur dengan menggunakan kuesioner harga diri yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya.Range validitas item berpikir positif sebesar 0,259 s/d 0,935 dengan jumlah item sebanyak 22 butir dan koefisien reliabilitasnya 0,944.Range validitas item harga diri sebesar 0,282 s/d 0,938 dengan jumlah item sebanyak 23 butir dan koefisien reliabilitasnya sebesar 0,959.Hasil analisis statistik nonparametrik Kendall's tau menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara berpikir positif dengan harga diri (r=0,422 ; p=0,000), dimana dapat disimpulkan bahwa variabel berpikir positif dapat menjelaskan variabel harga diri sebesar 17,8%.Hal tersebut dapat menjelaskan bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan ada hubungan antara berpikir positif dengan harga diri pada lansia yang tinggal di panti jompo di Bali dapat diterima.Hal lain yang dapat menjelaskan adanya hubungan berpikir positif dengan harga diri adalah karena lansia mampu; (1)
Source: Jurnal Psikologi Udayana
Authors: Ayu Andini, Supriyadi Supriyadi
Institution: Udayana University
Language: English
Subfield: Applied Psychology
Field: Psychology
Domain: Social Sciences
Open Access status: hybrid
OpenAlex ID: W1558123345
