Lok-olok Dalam Tradisi Lisan Di Madura
Year: 2015
Type: article
Abstract: Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki tradisi khas. Madura sebagai salah satu suku bangsa di Indonesia memiliki tradisi khas, yaitu kerapan sapi. Dalam event kerapan sapi, penonton tidak hanya disuguhi kecepatan sapi, tetapi juga tradisi lok-olok yang berlangsung setelah kerapan sapi berakhir. Dalam hubungan ini, persoalan yang diketengahkan dalam tulisan ini adalah bagaimana deskripsi tradisi lok-olok dan bagaimana perspektif etnometodologis atas tradisi lok-olok tersebut. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis etnemetodologis. Jenis kajian ini dipilih karena tradisi lokolok berlangsung dalam setting institusional tertentu, yaitu lapangan kerapan sapi. Dalam kajian etnometodologi, beberapa pakar etnometodologi memusatkan perhatiannya pada analisis percakapan. Konsep terpenting dari model ini adalah apa yang disebut dengan adjacency pair (pasangan yang berdekatan). Konsep ini mencakup observasi pertanyaan dan jawaban atau pernyataan dan respons yang dilakukan secara berpasangan. Yang terpenting dalam hal ini adalah bahwa respons orang atau pihak kedua menduduki posisi penting. Dalam pidato lok-olok, respons yang ditunjukkan oleh penonton, sebagai pihak kedua, atas pidato yang disampaikan oleh tokang lokolok, sebagai pihak pertama, bisa berupa kesetujuan dan ketidaksetujuan. Kese-tujuan dan ketidaksetujuan tersebut ditunjukkan melalui kata-kata dan perilaku tertentu.
Author: Mohammad Hefni
Language: Indonesian
Subfield: Language and Linguistics
Field: Arts and Humanities
Domain: Social Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W2554925564
