Eksistensi Awig-Awig dalam Menjaga Harmonisasi Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali
Year: 2018
Type: article
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan eksistensi awig-awig sebagai sumber hukum yang mampu menjaga, mengatur dan mengharmoniskan kehidupan masyarakat Desa adat Tenganan Pegringsingan Bali di tengah pusaran arus globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa awig-awig sebagai bentuk lokal wisdom yang diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Semua bentuk tata aturan kehidupan bersumber dari awig-awig. Eksistensi awig-awig mampu bersanding dengan pa radigma modernisasi. Tradisi perang pandan adalah wujud bagaimana awig-awig mengatur pola kehidupan berdasarkan pakem. Perkembangan pariwisata yang kian masif, pada prakteknya, merespons masyarakat untuk ikut bagian memanfaatkan momen ini sebagai peluang untuk melanggengkan kebudayaan melalui tradisi menenun kain gringsing. Seiring perkembangannya, walaupun terdapat pergeseran makna dari ritual perang pandan dan kain gringsing, namun, semua bentuk pola aktivitas bermuara pada eksistensi awig-awig dalam menjaga keseimbangan sehingga tercipta harmonisasi hubungan masyarakat baik secara vertikal dan horizontal. Kata kunci ; Awig-Awig, Eksistensi, Harmonisasi, Lokal Wisdom, Modernisasi
Author: Sumarjo Sumarjo
Institution: Universitas Gadjah Mada
Language: Indonesian
Subfield: Cultural Studies
Field: Social Sciences
Domain: Social Sciences
Open Access status: hybrid
OpenAlex ID: W2889873633
