كياهي إمام يحي محروس ودوره في تعليم اللغة العربية في معهد "المحروسية" ليربويو كديري: دراسة وصفية تحليلية
Year: 2013
Type: dissertation
Abstract: ABSTRAK \n \nDi mata masyarakat umum, pesantren dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang out putnya adalah santri yang setidaknya tahubahasa Arab. Kitab-kitab berbahasa Arab menjadi pelajaran sehari-hari, pelajarannya juga tentang bahasa Arab (nahwu shorof), bahkan tak sedikit pesantren yang menerapkan bahasa Arab sebagai bahasa keseharian. \n \nNamun demikian ternyata tidak dengan pondok Lirboyo, boleh saja asumsi khalayak mulai kiai, santri, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat awam menilai Lirboyo sebagai kiblat pesantren nahwu shorof. Dan kenyataannya memang demikian. Hampir bisa dipastikan wawasan keilmuan Ilmu Alat di kalangan santri sudah nglonthok. Akan tetapi ternyata ketika diajak berbicara dengan bahasa Arab bisa dipastikan akan gelagapan. Mengherankan memang. \n \nMelihat realita yang demikian muncul inisiatif KH Imam Yahya Mahrus untuk mengembangkan pembelajaran bahasa Arab, yang tidak hanya sekedar untuk memahami kitab-kitab klasik, akan tetapi bagaimana bisa berbicara dan memahami pembicaraan dengan tanpa meninggalkan tata bahasa Arab. \n \nPenelitian ini menggunakan metode kualitatif dan metode yang digunakan adalah metode penelitian analisis deskriftif. \n \nTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran KH Imam Yahya Mahrus dalam pembelajaran bahasa Arab yang mana beliau di pondok pesabtren Al-Mahrusiyah yang bertujuan meningkatkan wawasan kebahasaan, terutama bahasa Arab. \n \nHasil dari penelitian ini adalah:1) Menunjukkan kepada kita bahwa KH. Imam Yahya Mahrus memilikiperan penting dalam pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren al-Mahrusiyah. Diamampu menciptakan lingkungan yang mendukung siswa untuk menguasai bahasa Arab apakah berdasarkan linguistik Arab atau aplikasiArab.2) Dan tentang metodeyang ia gunakan adalah dalam pengajaran bahasa Arab proses belajar Metode Langsung. \n \n \nABSTRACT \n \nGenerally, PondokPesantren (Islamic boarding school) is considered as an organization of education which graduates students who have good Arabic skill. It is true because classic Arabic book is the main source. In pondokpesantren (Islmaic boarding school), everyday santri (name for a student who lives or studies in the Islamic boarding school) learn Arabic, and most of pondokpesantren use Arabic as the daily speech. \n \nMost of people, whether they are kiai (leader of pondokpesatren), santri and society consider that PondokPesantrenLirboyo is the center of Arabic learning, especially “nahwu” and “sorof” (name of studies which discuss about Arabic grammar). It is true, most of student in the PondokPesantrenLirboyo know Arabic grammar very well. But there is a problem, when they are invited to speak in Arabic they get trouble and speechless. \n \nThis reality initiated KH. Imam YahyaMahrus (one of PondokPesantrenLirboyo leaders) to develop Arabic learning method, so the students did not only able to understand classic Arabic book, but also communicated in Arabic well as the grammar. To make his initiation came true, he established PondokPesantren Al – Mahrusiyah in 1988, which located in Lirboyo. \n \nThis study uses qualitative research, and analyzed by deductive analysis. The purpose of this research is know the role of KH. Imam YahyaMahrus in the Arabic learning development and the method that he used. \n \nThe results of this study are , 1) Showsus that KH. Imam YahyaMahrus had important role in the Arabic learning in PondokPesantren al-Mahrusiyah. He was able to create milieu which support the student to master Arabic whether based on the Arabic linguistic or Arabic application. 2) The method that he used was in the Arabic teaching learning process Direct Method.
Author: Abdul Majid
Language: Arabic
Subfield: Education
Field: Social Sciences
Domain: Social Sciences
SDG: Quality education
Open Access status: green
OpenAlex ID: W2910937929
