Penatalaksanaan Migren Pada Janda
Year: 2019
Type: article
Abstract: Nyeri kepala merupakan bagian terbesar dari penderitaan manusia yang sering dijumpai bukan hanya pada orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak. Prevalensi migren pada pria dewasa 9% dan wanita 18%, sedangkan pada anak usia 7 tahun prevalensinya adalah 1,2-3,2%, dan pada usia 7-15 tahun berkisar antara 4-11%. Serangan migren dapat dipresipitasi oleh makanan tertentu yang mengandung thyramin seperti keju, daging (hogdog dan bacon), coklat yang mengandung phenylthylamine, zat tambahan pada makanan seperti monosodium glutamat. Banyak teori yang telah diajukan, salah satunya adalah teori vaskular patofisiologi migren yang menggambarkan bahwa terjadinya serangan migren meliputi 2 phase. Diagnosa migren didasarkan pada anamnesis, observasi klinis dan tidak memerlukan uji diagnostik. Dalam menegakkan diagnosa migren pada anak secara umum digunakan kriteria diagnostik. Pengobatan migren bersifat simtomatik. Pasien dan keluarganya diberi informasi tentang faktor yang dapat mencetuskan terjadinya serangan migren dan bahwa serangan dapat dikurangi melalui hidup teratur dan menghindari faktor pencetus. Umumnya serangan migren harus diobati jika frekuensi serangan sering dan cukup untuk mempengaruhi aktivitas anak. Prognosis jangka pendek pada anak penderita migren yaitu lebih dari 50% pasien melaporkan pembaikan dalam 6 bulan setelah pengobatan, sedangkan prognosis jangka panjang mendapatkan 2/3 anak-anak akan mengalami remisi dalam 2 tahun atau lebih.
Source: Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis
Author: John E. Mayer
Language: Indonesian
Subfield: Psychiatry and Mental health
Field: Medicine
Domain: Health Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W2971867590
