Work

الإرتباط بين الأحلام والواقع في القصة الشعبية "حلم غريب": تحليل السرديات عند ألجرداس جوليان غريماس

Year: 2019
Type: dissertation
Abstract: مستخلص البحث \n \nوالأحلام هي خبرة لم يكد يراها الإنسان في منامه كل يوم. وقيل إن الأحلام هي ثمرة النوم، وقيل أيضا إن الأحلام إشارة. كما ذكر في الكتاب "تفسير الأحلام " عند محمد ابن سيرين، إن جميع ما يرى في المنام على قسمين، فقسم من الله تعالى وقسم من الشيطان. ولذلك نرغب في البحث العلمي عن الأحلام في القصة الشعبية تحت العنوان "حلم غريب". كما أن القصة الشعبية أدب. والأداب تصوّر حياة المجتمع. \n \nالأهداف من هذا البحث هي وصف العناصر الداخلية في القصة الشعبية تحت العنوان "حلم غريب"، ووصف النموذج العاملي والنموذج الوظيف فيها وفقا علي نظرية السرديات عند غريماس، ووصف الإرتباط بين الأحلام والواقع عند اليونانيين. وهذا البحث بحث كيفي يستخدم نظرية السرديات عند غريماس. \n \nونتائج البحث وجدنا بعد التحليل والمناقشة هي عنوان هذه القصة الشعبية "حلم غريب" لأن الموضوع المرفوع حلم. والشخصيات فيها شخص رئيسي واحد و سبعة أشخاص ثناوية و ستة أشخاص الزيادة. والحبكة فيها هي بداية القصة، غاية الصراع، وحل المسألة. أما الدروس فيها هي لايمنع البلاء بظلم. والجزاء من الظلم عذاب. ولا يردّ قضاء الله. والبيئة تتكون من خمس بيئات مكانية وخمس بيئات زمانية. وفي هذه القصة الشعبية أربعة أنموذج عاملية وأربعة أنموذج وظيفية. وأما الإرتباط بين الأحلام والواقع فيها هي الأول، الأحلام إشارة للواقع في المستقبل. والثاني، الأحلام تصوّر الواقع في المستقبل والماضي واضحا. الثالث، الأحلام لها أثار كبير في تغيير حياة مجتمع القصة. \n \nABSTRACT \n \nA dream is an experience of every human being seen in sleep. An opinion says that drems are a flower of sleep; some say that dreams are a clue. Ibnu Sirin says, in his book “Tafsiral Ahlam”, that there are two things seen in the dream, namely from Allah and from Setan. Therefore, the researcher is very interested to analyze the theme of “dreams” in a tale. As the tale is a literature and literature is a representation of human’s live. \n \nThe aims of this research is to describe the intrinsic elements in tale of “Hilmun Ghorib”, analyze the actancial model and funcional model in tale of “Hilmun Ghorib”, and to analyze the interconnection between dreams and reality in tale of “Hilmun Ghorib”. This is qualitatative research uses the Greimas’s narrative theory perspective. \n \nThe result of this research show that the tittle of this tale is “Hilmun Ghorib” because of the tale is dreams. The characters in this tale are a main character, eight auxiliary figures, and five additional figures. The plot in this story shapes a triangle that includes the initiating incident, climax, and resolution. The lessons that we found at this story are the disaster cannot be avoided with crime. The reply from crime is a disaster. The settings of this tale are five setting places and six setting times. There are four actantial model and functional model in this tale. While the relationship between dreams and reality is the first, dreams are simbol of future reality. Second, dreams describe event in the future and the past clearly. Third, dreams have big role to play in real life events. \n \nABSTRAK \n \nMimpi merupakan sebuah pengalaman setiap manusia yang dapat dilihat dalam tidur. Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa mimpi merupakan bunga tidur, ada juga yang mengatakan bahwa mimpi merupakan sebuah petunjuk. Ibnu Sirin mengatakan dalam bukunya Tafsir al Ahlam, bahwasanya sesuatu yang dilihat dalam mimpi itu ada dua, yaitu dari Allah dan dari setan. Oleh karena itu peneliti sangat tertarik untuk menganalisis tema “mimpi” dalam cerita rakyat yang berjudul “Hilmun Ghorib”. Sebagaimana cerita rakyat merupakan sastra dan sastra merupakan cerminan kehidupan manusia. \n \nTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik dalam cerita rakyat berjudul “Hilmun Ghorib”, menganalisis skema model aktansial dan fungsional dalam cerita rakyat berjudul “Hilmun Ghorib”, dan hubungan antara mimpi dan realita dalam cerita rakyat berjudul “Hilmun Ghorib”. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan teori Naratologi perspektif Greimas. \n \nHasil dari penelitian ini ditemukan judul cerita rakyat ini adalah “Hilmun Ghorib´ karena tema yang diangkat ialah mimpi. Penokohan dalam cerita tersebut ialah satu tokoh utama, tujuh tokoh sampingan, dan enam tokoh tambahan. Adapun alur dalam cerita ini membentuk segitiga yang mencakup permulaan cerita, klimak, dan penyelesaian masalah. Pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini ialah bencana tidak bisa ditolak dengan ke-dzaliman, balasan dari ke-dzaliman ialah adzab, sesuatu yang telah ditetapkan Allah tidak dapat dihindari. Cerita ini meniliki lima seting tempat dan enam setting waktu. Terdapat empat skala model aktansial dan fungsional dalam cerita rakyat ini. Adapun hubungan antara mimpi dan realita yang ditemukan dalam cerita rakyat ini ialah pertama, mimpi merupakan isyarat terhadap realita di masa mendatang. Kedua, mimpi menggambarkan peristiwa di masa mendatang maupun di masa lalu secara jelas. Ketiga, memiliki peran besar terhadap kehidupan masyarakat dalam cerita.
Language: Arabic
Open Access status: green
OpenAlex ID: W2986729118
Cites:
Cited by:
Related to: 10