Penguatan Kapasitas Lpd Desa Adat Di Bali Melalui Penyuratan Awig-awig
Year: 2021
Type: article
Abstract: Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang dimiliki Desa Adat di Bali diorientasikan untuk menguatkan perekonomian masyarakat adat (krama desa) melalui penyaluran kredit (pinjaman) dan tabungan. Sumber permodalan utama LPD adalah komitmen dan kepercayaan seluruh krama desa yang diserahkan melalui Pengurus (Prajuru) Desa Adat dan Pengurus LPD. Penguatan LPD ada pada sistem menajemen dan akuntansinya serta pengawasannya, karena tidak jarang LPD yang sudah besar karena lemahnya sistem pengawasan, buruknya sistem mamajemen dan akuntansinya terjadi penyelewengan pemanfaatan dana LPD yang menyebabkan LPD tidak lagi operasional atau bangkrut sementara seperti LPD di Desa Adat Selulung Kintamani Bangli. Kebangkrutan LPD juga disebabkan karena lemahnya Prajuru Adat dalam mengambil langkah cepat untuk mengganti pengurus yang korup di satu sisi, sedang di sisi lain tidak menghapuskan kewajibannya untuk mengembalikan dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan melalui pengenaan sanksi perdata atau yang dikenal pamidanda dalam awig-awig
Source: Jurnal Hukum & Pembangunan
Institution: Warmadewa University
Language: Indonesian
Subfield: Geography, Planning and Development
Field: Social Sciences
Domain: Social Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W3135698308
