Year: 2021
Type: article
Abstract: Studi ini membahas tentang mitos gajah yang hidup di tengah masyarakat Kelurahan Balai Raja Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. Mitos gajah ini merupakan gambaran pola hubungan gajah dengan manusia dan alam. Ketika Kelurahan Balai Raja belum dibuka oleh industri kehutanan dan perkebunan sawit hubungan gajah manusia berjalan harmonis, namun sejak masuk industri di tahun 1980-an konflik gajah – manusia mulai terjadi. Studi ini merupakan studi kualitatif dengan desain etnografi. Peneliti berdiam di lapangan selama 2 bulan untuk menggali informasi secara mendalam melalui observasi, wawancara mendalam. Data yang tersedia dianalis secara kualitatif, kemudian didiskripsikan dalam laporan ini. Studi ini menemukan bahwa relasi gajah – manusia ditentukan oleh sikap manusia, jika manusia berbuat baik kepada gajah gajahpun akan berbuat baik kepada manusia, begitu juga sebaliknya. Mitos gajah ini merupakan simbol upaya konservasi sumber daya alam dan perangkat kepatuhan pada norma dan nilai sosial masyarakat. Gajah mempunyai sifat melindungi dan sangat berempati kepada bayi. Studi ini mengusulkan agar dalam mitigasi gajah bisa menggunakan pendekatan mitos dengan mengabungkan habitan gajah dan manusia. Studi ini berkontribusi terhadap ilmu antropologi terutama tentang konservasi hewan dan alam. Melalui studi ini gajah sudah seharusnya tidak disebut sebagai hama, melainkan rantai mutualisme manusia. Key Word : Gajah, Bailai Raja, Mitos dan konservasi.
Authors: Fajar Ramadhan, M Rawa El Amady, Yevita Nurti
Institutions: Andalas University, Riau University
Language: Indonesian
Subfield: Ecology
Field: Environmental Science
Domain: Physical Sciences
Open Access status: gold
Estimated APC paid: $16
OpenAlex ID: W4200409255
