Year: 2022
Type: article
Abstract: Kajian tentang Jiwa menurut Ibnu Sina menjadi perhatian karena menjadi rujukan bagi beberapa muslim lainnya, Banyak para tokoh menguraikan keberadaannya. Namun dalam kajian, anggapan para filosof Muslim dalam menguraikan masalah hanya menyalin ulang dari para filosof Yunani Aristoteles.Hal ini dinegasikan oleh salah satu tokoh filosof Muslim, yaitu Ibnu Sina. Ia menegaskan dalam filsafat Islam yang berasaskan wahyu berbeda dengan Yunaniyang berasaskan rasio. Berangkat dari uraian tersebut makalah ini akan mengkaji konsep jiwa menurut Ibnu Sina. Kajian ini studi literatur dengan menggunakan metode diskriptif-analisis. Dalam pembahasan ini penulis menghasilkan tiga kesimpulan penting. Yakni Konsep Tuhan Ibnu Sina berbeda dengan Yunani (Aristoteles). Kemudian, Asal-usul jiwa berasal dari pancaran (emanasi) dari akal kesepuluh dan dibawah planet kesembilan yang darinya melimpahkan jiwa-jiwa bumi; Manusia, Hewan dan Tumbuhan. Terakhir, Jiwa Manusia bersifat kekal dan tidak ikut hancur bersama hancurnya badan. Kekekalan jiwa karena dekat dengan akal dan dikekalkan oleh Tuhan
Source: Tasamuh Jurnal Studi Islam
Author: Amir Reza Kusuma
Institution: University of Darussalam Gontor
Language: Indonesian
Subfield: Philosophy
Field: Arts and Humanities
Domain: Social Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W4292362292
