Year: 2023
Type: article
Abstract: Saat ini, manusia semakin dibombardir oleh informasi, baik yang valid maupun tidak valid. Banjir informasi telah membuat manusia menjadi latah mengejar apa yang ia inginkan, salah satunya adalah kesejahteraan tanpa batas. Kondisi tersebut ternyata memiliki efek domino, yakni tercerabutnya refleksi kritis akan martabat manusia. Implikasinya, manusia memiliki kecenderungan untuk memandang rendah sesamanya. Dengan kata lain, hidup dipandang hanya sebatas arena pertarungan yang saling mengeksploitasi satu dengan lainnya. Kondisi ini tentu harus segera diatasi. Caranya adalah dengan merenungkan makna kepentingan diri dan martabat manusia yang sejalan dengan ajaran Gereja Katolik. Setidaknya ada dua dokumen yang berkaitan dengan masalah ini, yakni Ajaran Sosial gereja dan Katekismus Gereja Katolik. Kedua dokumen itu, pada prinsipnya dapat mendamaikan manusia dengan hasratnya yang selalu ingin menguasai. Semua itu tak lain agar tercipta kondisi keseimbangan layaknya prinsip ceteris paribus.
Source: FOCUS
Author: Yogie Pranowo
Institution: Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
Language: Indonesian
Subfield: Philosophy
Field: Arts and Humanities
Domain: Social Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W4382934491
