Year: 2024
Type: article
Abstract: ABSTRACTBackground: Early marriage is a human rights violation for adolescents because it blocks their access to good health, proper nutrition, education, and protection from violence. Inadequate nutritional intake and poor nutritional quality of food are factors that are not given enough attention during early pregnancy. Adolescents will share adequate nutrition for their development and also the growth of the fetus, this is also one of the factors causing young pregnancies to be susceptible to pregnancy anemia;Objectives: The aim of this study is to determine the relationship between early marriage and nutritional intake on the incidence of anemia in pregnant women;Methods: This study employs a literature review design by collecting selected articles using Google Scholar and PubMed search engines. The keywords utilized include early marriage, nutritional intake, and anemia in pregnant women. A total of 13 research articles were obtained, comprising 7 articles on early marriage and 6 articles on nutritional intake, all published between 2014 and 2022, which met the inclusion criteria;Results: Based on the results of the review, it was found that there was a significant relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women, and also a significant relationship between nutritional intake (energy, protein, iron, folic acid and vitamin C) and the incidence of anemia in pregnant women;Conclusion: Early marriage and inadequate nutritional intake can increase the risk of pregnancy anemia. Adolescents who marry early must be given education to delay pregnancy and maintain adequate nutritional intake to prepare for a healthy and anemia-free pregnancy;Keywords: Early marriage; nutrition intake; anemia ABSTRAKLatar belakang: Pernikahan dini merupakan pelanggaran hak asasi manusia bagi remaja karena menghambat hak mereka untuk mendapatkan kesehatan yang optimal, termasuk gizi yang cukup, serta akses ke pendidikan dan perlindungan dari kekerasan. Asupan gizi yang tidak memadai, kualitas gizi makanan yang buruk merupakan faktor yang kurang diperhatikan saat kehamilan usia dini. Remaja akan berbagi kecukupan gizi untuk perkembangan dirinya dan juga pertumbuhan janin, hal itu yang menjadi salah satu faktor penyebab kehamilan usia muda rentan mengalami anemia kehamilan;Tujuan: Tujuan studi ini untuk mengetahui hubungan pernikahan dini dan asupan gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil;Metode: Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan mengumpulkan artikel-artikel yang dipilih menggunakan mesin pencarian google scholar dan pubmed. Kata kunci yang digunakan yaitu pernikahan dini, asupan gizi dan anemia pada ibu hamil. Didapatkan 13 artikel penelitian dengan rincian 7 artikel pernikahan dini dan 6 artikel asupan gizi dari tahun 2014 - 2022 yang masuk dalam kriteria inklusi;Hasil: Berdasarkan hasil ulasan ditemukan ada nya hubungan yang signifikan antara pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil, serta ditemukan pula hubungan yang signifikan pada asupan zat gizi (energi, protein, zat besi, asam folat, dan vitamin C) dengan kejadian anemia pada ibu hamil;Kesimpulan: Pernikahan dini dan asupan gizi yang tidak adekuat dapat meningkatkan risiko anemia kehamilan. Remaja yang menikah dini harus diberikan edukasi untuk menunda kehamilan dan menjaga kecukupan asupan gizi nya untuk mempersiapkab kehamilan yang sehat dan bebas anemia.Kata Kunci: Pernikahan dini; asupan gizi; anemia
Source: Journal of Nutrition College
Institution: Diponegoro University
Language: English
Topic: Marriage and Family Dynamics
Subfield: Sociology and Political Science
Field: Social Sciences
Domain: Social Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W4403594335
