Pengembangan bahan ajar berbasis komik digital untuk menanamkan literasi ekonomi di sekolah dasar
Year: 2024
Type: article
Abstract: PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS KOMIK DIGITAL UNTUK MENANAMKAN LITERASI EKONOMI DI SEKOLAH DASAR Anisa Fitriani1, Srie Mulyani2, Jennyta Caturiasari3 1 UPI, Purwakarta, Indonesia2 UPI, Purwakarta, Indonesia3 UPI, Purwakarta, Indonesia 1 [email protected] , 2 [email protected] , 3 [email protected] AbstractThis research is motivated by three formulations of the problem, namely: (1) How to manufacture or design digital comic-based teaching materials (2) What is the feasibility test on digital comic-based teaching materials to instill economic literacy (3) What is the response of teachers and students to material digital comic-based teaching. The research method used is design and development (D&D) with the research procedure, namely the ADDIE model, which consists of five stages (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research location was carried out at SD EL FITRA. The research participants consisted of material expert validators, media validators, teachers and seven grade IV SD EL FITRA students. The results of the feasibility test from the material expert validator and media experts showed the category "Very Eligible", then the score results from the teacher and student response questionnaire were also obtained in the "Very Eligible" category. Based on the results obtained, it can be concluded that digital comic teaching materials are very suitable for use in learning, especially for instilling economic literacy in fourth grade elementary school students. Keywords: Teaching Materials, Digital Comics, Economic Literacy. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tiga rumusan masalah, yaitu: (1) Bagaimana pembuatan atau rancangan pada bahan ajar berbasis komik digital (2) Bagaimana uji kelayakan pada bahan ajar berbasis komik digital untuk menanamkan literasi ekonomi (3) Bagiamana respon guru dan peserta didik terhadap bahan ajar berbasis komik digital. Metode penelitian yang digunakan adalah design and development (D&D) dengan prosedur penelitian yaitu model ADDIE, yang terdiri dari lima tahapan (Ananlisi, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Lokasi penelitian dilaksanakan di SD EL FITRA. Partisipan penelitian terdiri dari validator ahli materi, validator media, guru dan tujuh peserta didik kelas IV SD EL FITRA. Hasil uji kelayakan dari validator ahli materi dan ahli media menunjukkan kategori “Sangat Layak”, lalu hasil skor dari angket respon guru dan peserta didik diperoleh dalam kategori “Sangat Layak” juga. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa bahan ajar komik digital sangat layak digunakan dalam pembelajaran khususnya untuk menanamkan literasi ekonomi pada peserta didik kelas IV SD. Kata Kunci: Bahan Ajar, Komik Digital, Literasi Ekonomi. Pendahuluan Pendidikan adalah tindakan manusia dan upaya untuk memperbaiki kepribadian melalui pengembangan kemungkinan-kemungkinan yang ada, yaitu mental (pikiran, tujuan, rasa, cipta dan nurani) dan indera fisik dan keterampilan (Ihsan, 2005:7). Pendidikan juga upaya untuk membantu manusia menjalani kehidupan yang bermakna, sehingga tercapai kehidupan yang bahagia, baik secara individu maupun kelompok. Sebagai metode, pendidikan memerlukan sistem yang terprogram dan stabil serta tujuan yang jelas agar arah yang diinginkan dapat dengan mudah dicapai. Teguh Triwiyanto (2014) menyatakan Pendidikan adalah usaha manusia memperoleh dan memberikan pengalaman belajar dalam bentuk pembelajaran formal, nonformal, dan informal di dalam dan di luar sekolah. Pendidikan berlangsung sepanjang hayat dan bertujuan untuk mengoptimalkan keterampilan individu agar dapat digunakan dalam masyarakat dan di masa mendatang serta berperan secara tepat dalam kehidupan. Pendidikan juga upaya untuk membantu manusia menjalani kehidupan yang bermakna, sehingga tercapai kehidupan yang bahagia, baik secara individu maupun kelompok. Sebagai metode, pendidikan memerlukan sistem yang terprogram dan stabil serta tujuan yang jelas agar arah yang diinginkan dapat dengan mudah dicapai. Pendidikan adalah usaha sadar, pendidikan adalah perencanaan proses operasional, yang mempunyai landasan yang kokoh dan arah yang jelas sebagai tujuan yang akan ditempuh (Qura, u. 2015, hal 2). Pendidikan tidak dapat terpisahkan dari kurikulum. Kurikulum yaitu seperangkat program pendidikan yang dilaksanakan sekolah dalam suatu konsep yang sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan (Andriani, 2020, hal.2; Wahid, 2021, hal.21). Kurikulum Indonesia saat ini adalah kurikulum merdeka yang merupakan kurikulum pembaharuan sebagai perbaikan pada kurikulum sebelumnya. Kurikulum merdeka merupakan program yang dilaksanakan dan berlandaskan pada pengembangan profil siswa agar memiliki jiwa dan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila pancasila dalam kehidupannya. Kurikulum Merdeka Senantiasa mengedepankan pendidikan karakter melalui profil siswa Pancasila (Rosmana dkk., 2022). Kurikulum merdeka menurut pendapat Manalu dkk (2022), ini merupakan salah satu konsep kurikulum yang dimana kurikulum merdeka menuntut siswa untuk lebih mandiri. kesadaran mandiri siswa inilah yang lebih membebaskan siswa untuk mengakses ilmu yang akan dipelajarinya baik dicapai dalam pendidikan formal dan nonformal. Jadi, dalam kurikulum merdeka tidak memberikan batasan terhadap konsep pembelajaran yang dilakukan oleh sekolah atau di luar sekolah. Selain itu, dalam kurikulum merdeka, guru dan siswa dituntut harus Lebih kreatif. Dalam kurikulum terdapat sumber belajar yang dimana sumber belajar adalah sesuatu yang digunakan dalam suatu kegiatan untuk menyediakan proses belajar mengajar, pembelajaran dan pemahaman materi bagi guru dan siswa (Haryono, 2015:37). Berkaitan dengan kegunaan konten, bahan ajar harus memperhatikan kebutuhan anak usia 6 sampai 12 tahun. Pada usia ini, kemampuan kognitif anak berkembang pada tingkat efisien tertentu (Piaget dalam Winataputra 2014). Anak-anak mulai mengembangkan cara berpikir logis tentang objek tertentu. Aktivitas saat ini terkait dengan pengalaman pribadi tertentu. Kegiatan saat ini terkait dengan pengalaman individu yang konkret. Kekhususan ini memuat arti bahwa isi materi pendidikan harus realistis dan dekat secara fisik dan psikologis dengan siswa. Bahan pembelajaran adalah sumber belajar yang dapat dipahami sebagai mengandung pesan-pesan pembelajaran, disusun menurut kompetensi inti dalam suatu program tertentu, digunakan secara khusus dan umum oleh siswa, serta dapat digunakan oleh siswa untuk tujuan akademik (Suci, 2018:278). Adapun penelitian yang sejalan seperti yang di jelaskan dalam penelitian Cindy Kusuma Putri tahun 2022 dalam penelitiannya yang berjudul “Rancang Bangun Media Permainan Monopoli Edukatif “MERKAYASA” Untuk Menanamkan Karakter Toleransi Dalam Pembelajaran IPS”. Pengembangan media dilakukan dengan menggunakan model ADDIE, yang terdiri dari lima tahap (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Uji validasi dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan guru kelas IV SD, dan siswa kelas IV SD. Hasil dari penelitian ini adalah kualitas media pembelajaran yang telah dikembangkan dikategorikan sangat layak dengan hasil uji kelayakan dari validator ahli materi adalah 87,5% dengan kategori “Sangat Layak” dari ahli media validator 92,3% dengan kategori “Sangat Layak”. Kemudian, skor yang diperoleh dari angket respon guru adalah 94,2% dengan kategori “Sangat Layak”, dan skor yang diperoleh dari angka respon siswa adalah 92,5% dalam kategori “Sangat Layak” kategori. Dari proses observasi awal (wawancara) dengan salah satu guru kelas 4 SD EL FITRA Bandung yang merupakan sekolah berbasis sciencetific dan lebih memfokuskan pada pembelajaran sains membuat peneliti tertarik untuk mengembangkan pembelajaran IPS (khususnya pada materi kegiatan ekonomi) meskipun dengan kondisi jam pelajaran yang lebih sedikit dibandingkan sains maka dari itu dengan adanya pengembangan komik digital pada materi IPS ini bisa membantu siswa, dikarenakan komik digital dirasa cukup efektif digunakan dalam pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas, serta pentingnya menanamkan literasi ekonomi pada anak melalui pengembangan materi yang akan disajikan pada komik digital. Berdasarkan permasalahan, peneliti tertarik untuk mengembangkan bahan ajar berbasis komik digital untuk menanamkan literasi ekonomi. Tujuan bahan ajar berbasis komik digital adalah menyediakan materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga siswa mudah paham dengan materi yang diberikan. Dengan disediakannya bahan ajar yang dekat dengan siswa, siswa akan lebih tertarik dalam pembelajaran dan mudah memahami materi. Sehingga peneliti akan melakukan penelitian Design and Development dengan judul “Pengembangan Bahan Ajar Berbasi Komik Digital untuk Menanamkan Literasi Ekonomi di Sekolah Dasar”. Metode Penelitian Pengembangan bahan ajar berbasis komik digital untuk menanamkan literasi ekonomi di sekolah dasar ini menggunakan jenis penelitian desain dan pengembangan atau Design & Development (D&D). Richey & Klein (dalam Hidayat, 2019, hlm. 44) mengemukakan, desain dan pengembangan terfokuskan pada desain dan evaluasi atas produk atau program tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran tentang proses pengembangan serta mempelajari kondisi yang mendukung bagi implementasi program tersebut. Model pengembangan yang digunakan oleh peneliti berdasarkan prosedur model ADDIE. Pemilihan model dikarenakan model ini dikembangkan secara terprogram dan berpijak pada landasan teoritis desain pembelajaran. Model ADDIE disusun secara terprogram dengan urutan kegiatan yang sistematis sebagai upaya pemecahan masalah belajar yang berkaitan dengan sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik (Tegeh, dkk., 2015, hlm. 209). Berikut langkah-langkah atau tahapan pengembangan produk dengan menggunakan model ADDIE. Gambar 1. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan model ADDIE Partisipan dalam pene
Institution: Indonesia University of Education
Language: English
Subfield: Statistics, Probability and Uncertainty
Field: Decision Sciences
Domain: Social Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W4408493602
