Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dismenore Primer pada Siswi SMA Negeri 7 Malang
Year: 2024
Type: article
Study design: Observational Study
Abstract: : The East Java Adolescent Reproductive Health Survey in 2021 revealed that approximately 4,297 people (90,25%) experienced primary dysmenorrhea. The purpose of this study was to determine the relationship between BMI, menarche age, stress level and fast food consumption on the incidence of primary dysmenorrhea. The research location was SMAN 7 Malang, using cross sectional analytic study design research method. The results of this study were 187 students (92,6%) who experienced primary dysmenorrhea, menarche age of 9-12 years as many as 135 students (66,8%), abnormal BMI as many as 92 students (45,5%), students who experienced stress as many as 124 students (61,4%) and frequent consumption of fast food as many as 135 students (66,8%). The conclusion of this study is that there is no relationship between the variable age of menarche and primary dysmenorrhea, there is no relationship between the IMT variable and primary dysmenorrhea, there is a relationship between the stress level variable and the incidence of primary dysmenorrhea (p=0,037) and the fast food consumption variable with primary dysmenorrhea (p=0,042). Suggestions from researchers to reduce the number of primary dysmenorrhea, namely by reducing the burden of stress on patients by taking a holistic approach and managing a diet with balanced nutrition. Abstrak: Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Jawa Timur pada tahun 2021 mengungkapkan, kurang lebih ada 4.297 orang (90,25%) yang mengalami dismenore primer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara IMT, usia menarche, tingkat stres dan konsumsi makanan cepat saji terhadap kejadian dismenore primer. Lokasi penelitian di SMAN 7 Malang, menggunakan metode penelitian desain studi analitik cross sectional. Hasil penelitian ini siswi yang mengalami dismenore primer sejumlah 187 siswi (92,6%), usia menarche 9-12 tahun sebanyak 135 siswi (66,8%), IMT tidak normal sejumlah 92 siswi (45,5%), siswi yang mengalami stres sebanyak 124 siswi (61,4%) dan sering konsumsi makanan cepat saji sebanyak 135 siswi (66,8%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak adanya keterkaitan antara variabel usia menarche dengan dismenore primer, tidak adanya keterkaitan antara variabel IMT dengan dismenore primer, adanya keterkaitan antara variabel tingkat stres dengan kejadian dismenore primer (p=0,037) dan variabel konsumsi makanan cepat saji dengan dismenore primer (p=0,042). Saran dari peneliti untuk mengurangi angka dismenore primer, yaitu dengan mengurangi beban stres pada penderita dengan melakukan pendekatan holistik dan mengatur pola makan dengan gizi yang seimbang.
Source: Sport Science and Health
Institution: State University of Malang
Language: English
Field: Medicine
Domain: Health Sciences
Open Access status: hybrid
OpenAlex ID: W4409606967
