Analisis Sosiodemografi, Lingkungan Kerja Fisik, Beban Kerja Mental, Status Gizi, dan Kelelahan Kerja (Studi Kasus Hotel X di Yogyakarta)
Year: 2024
Type: article
Study design: Observational Study
Abstract: : Work fatigue is one of the main problems in contributing to the number of work accidents because work fatigue triggers workers to lose concentration. An increase in hotel visits will trigger workers to work harder to provide the best service for hotel guests. Workers at Hotel X provide more services to hotel guests until they exceed the set working hours to provide good service, and they complain of fatigue while working, due to lack of rest time. This study aims to determine the socio-demographic factors of workers, physical work environment, mental workload, and nutritional status on work fatigue. This research used descriptive quantitative with a cross-sectional study. Data collection used a Thermo Hygrometer, NASA-TLX, and FAS questionnaires. The results were obtained by respondents aged 26-35 + years, the majority of men, less than 6 years of service, high school / vocational school education, high workload levels, and normal nutritional status. In conclusion, some fatigue factors are opposite to the previous theory, this is due to different characteristics. Suggestions for management are to make efforts against fatigue administratively by organizing the division of working hours proportionally. Abstrak: Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah utama dalam menyumbang angka kecelakaan kerja, dikarenakan kelelahan kerja memicu pekerja kehilangan konsentrasi. Peningkatan kunjungan hotel akan memicu pekerja lebih kerja keras untuk memberikan pelayanan terbaik bagi tamu hotel. Pekerja pada Hotel X memberikan pelayanan lebih pada tamu hotel, hingga mereka melewati jam kerja yang ditetapkan untuk memberikan pelayanan yang baik, dan mereka mengeluhkan kelelahan saat bekerja, karena waktu istirahat yang kurang. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor sosiodemografi pekerja, lingkungan kerja fisik, beban kerja mental, dan status gizi terhadap kelelahan kerja. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan studi cross-sectional. Pengambilan data menggunakan Thermohygrometer, Kuesioner NASA-TLX dan FAS. Hasil yang didapatkan responden dengan umur 26-35+ tahun, mayoritas laki-laki, masa kerja kurang dari 6 tahun, pendidikan SMA/SMK, Tingkat beban kerja tinggi, dan status gizi yang normal. Simpulan, beberapa faktor kelelahan berlawanan dengan teori sebelumnya, hal ini disebabkan oleh karakteristik yang berbeda. Saran bagi manajemen yaitu melakukan upaya terhadap kelelahan kerja secara administratif yaitu dengan mengatur pembagian jam kerja secara proporsional.
Source: Sport Science and Health
Institution: State University of Malang
Language: English
Subfield: Occupational Therapy
Field: Health Professions
Domain: Health Sciences
Open Access status: hybrid
OpenAlex ID: W4409606970
FWCI:
Cites:
Cited by:
Related to:
