Year: 2024
Type: article
Abstract: This study aims to analyze students’ interest in learning mathematics at SMP IT Al-Qur'an Al-Fadlilah, a pesantren-based formal school where students are required to manage their time between academic and religious activities. The research employed a descriptive qualitative approach, collecting data through questionnaires, interviews, and observations of three 8th-grade students. The analysis focused on five indicators of learning interest: enjoyment of learning, focus and attention, willingness to learn, self-motivation to actively participate, and efforts to realize learning goals. The findings reveal that the highest level of fulfillment was found in the indicator of enjoyment in learning, while the lowest was in the effort to realize learning goals, with a 0% fulfillment rate. The primary obstacles identified were time limitations and a lack of facilities within the pesantren environment, which hindered students’ ability to engage in independent learning. The study suggests the need for learning strategies that stimulate students’ active and independent engagement, as well as collaboration among teachers, the school, and the pesantren to create a more supportive learning environment. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat siswa dalam pembelajaran matematika di SMP IT Al-Qur'an Al-Fadlilah, salah satu institusi pendidikan formal yang berbasis pesantren dan menuntut siswa untuk menyeimbangkan antara aktivitas akademik dan keagamaan. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui angket, wawancara, serta observasi terhadap tiga siswa kelas VIII. Analisis difokuskan pada lima indikator minat belajar, yaitu: rasa senang dalam belajar, tingkat konsentrasi dan perhatian, kemauan untuk belajar, motivasi internal dalam berpartisipasi aktif, serta usaha untuk meraih tujuan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator dengan capaian tertinggi adalah rasa senang dalam belajar, sementara indikator dengan capaian terendah adalah usaha mencapai tujuan belajar, dengan tingkat ketercapaian sebesar 0%. Faktor penghambat utama yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu dan fasilitas yang tersedia di lingkungan pesantren, yang membatasi kemampuan siswa dalam belajar secara mandiri. Berdasarkan hasil ini, penelitian merekomendasikan perlunya pengembangan strategi pembelajaran yang dapat mendorong partisipasi aktif dan kemandirian siswa, serta pentingnya kolaborasi antara guru, pihak sekolah, dan pesantren dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.
Author: Nahlika Purnamasari
Language: English
Subfield: Applied Mathematics
Field: Mathematics
Domain: Physical Sciences
SDG: Quality education
Open Access status: hybrid
OpenAlex ID: W4409836628
