The Effect of Mordant Alum, Tunjung and Betel Lime on the Ecoprint Results of Kersen Leaves (muntingia Carabura L) on Semi-wool Materials Using Pounding-steam Technique
Year: 2025
Type: article
Abstract: This study aims to analyze the effect of the use of mordan, alum, tunjung, and betel lime on the yield of kersen leaf ecoprint (Muntingia carabura L) on semi-wool material using the pounding-steam technique. The aspects studied include the direction of the colors produced and the clarity of the shape of the motif. The results showed that different mordans produced different color characteristics: alum mordanus produced Canary Yellow (83.33% of panelists' agreement), tunjung mordans produced darker Olive colors (77.77%), and betel lime mordans produced Golden Sundance colors(94,44%). Regarding the clarity of motives, alum mordan achieved the highest clarity rating (55.55% "very clear"), while tunjung mordan and betel lime received a "clear" rating (77.77%). Statistical analysis confirmed a significant difference between the mordan treatment (p 0.000), showing that mordan selection significantly affected the color yield and motive clarity in the ecoprint process. This research contributes to the development of environmentally friendly textile dyeing techniques using natural materials. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan mordan, tawas, tunjung, dan kapur sirih terhadap hasil ecoprint daun kersen (Muntingia Carabura L) pada bahan semi wol dengan menggunakan teknik pounding-steam. Aspek-aspek yang dipelajari meliputi arah warna yang dihasilkan dan kejelasan bentuk motif. Penelitian eksperimental ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data menggunakan uji sampel terkait Friedman K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mordan yang berbeda menghasilkan karakteristik warna yang berbeda: mordan tawas menghasilkan warna Canary Yellow (83,33% kesepakatan panelis), mordan tunjung menghasilkan warna Olive yang lebih gelap (77,77%), dan mordan kapur sirih menghasilkan warna Golden Sundance (94,44%). Mengenai kejelasan motif, mordan tawas mencapai peringkat kejelasan tertinggi (55,55% "sangat jelas"), sedangkan mordan tunjung dan kapur sirih mendapatkan peringkat "jelas" (77,77%). Analisis statistik mengkonfirmasi perbedaan yang signifikan antara perlakuan mordan (p 0,000), menunjukkan bahwa seleksi mordan secara signifikan memengaruhi hasil warna dan kejelasan motif dalam proses ecoprint. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teknik pewarnaan tekstil ramah lingkungan menggunakan bahan alami.
Source: EDUTECH
Author: Kenny Valensia Artika
Institution: State University of Padang
Language: English
Subfield: Building and Construction
Field: Engineering
Domain: Physical Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W4410176389
