Year: 2024
Type: article
Abstract: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi kehidupan etnis Tionghoa di Semarang pasca Orde Baru. Metode penelitian yang digunakan berdasarkan metode sejarah meliputi heuristik atau pengumpulan sumber, kritik internal dan eksternal terhadap sumber, interpretasi atau penafsiran, dan historiografi. Artikel ini menggunakan sumber berupa wawancara dan sumber tekstual yang diperoleh dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Pusat Dokumentasi Suara Merdeka, Monumen Pers Solo yang menyimpan berbagai literatur berupa surat kabar sezaman, majalah sezaman, dan dokumen pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnis Tionghoa di Semarang memperoleh kemerdekaan dalam beribadah dan mengekspresikan kebudayaan di ruang publik sejak tahun 2000. Era ini memberikan angin segar bagi etnis Tionghoa karena mulai memperoleh kebebasan dan hak-haknya sebagai warga negara Indonesia. Simpulan penelitian yakni masa reformasi memberikan sentuhan positif bagi kelayakan hidup etnis Tionghoa, menjadi sejajar dengan etnis lain di Indonesia. Kata Kunci: Budaya, Pecinan, Semarang, Tionghoa.
Authors: Rendi Febrian Saputra, Putri Agus Wijayati
Institution: State University of Semarang
Language: Indonesian
Topic: Asian Studies and History
Subfield: Sociology and Political Science
Field: Social Sciences
Domain: Social Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W4411294251
