Work

Pengenalan Pertanian Melalui Media Tanam Hidrogel Dan Pembuatan Kompos Pada Murid Sd Inpres Bontonompo Kabupaten Gowa

Year: 2025
Type: article
Abstract: Elementary school children are the first milestone in introducing to agriculture. This community service activity aims to introduce agriculture through interactive media suitable for elementary school children, namely hydrogel as a planting medium and making compost from household waste. Participants are students of SD Inpres Bontonompo from grades IV and V with 40 people. The activity was carried out in the school hall using the extension method, and direct practice and ended with an interactive dialogue or discussion. The extension was carried out by providing material in the form of PPT (POWERPOINT) displayed on the monitor which was continued with introducing hydrogel media and making compost from household waste and dry leaves in the school environment. Through hydrogel, participants became very interested in learning how to cultivate plants and understood that soil is not the only medium for planting. Then practice making compost with vegetable waste from their respective homes. From the compost materials brought by the participants, the most waste was kale (55%), then cabbage leaves (20%), moringa stems (17.5%) and finally carrot-potato skins (7.5%). The evaluation results used a survey of participants conducted before and after the community service activities. The difference can be seen from the survey results given to students of SD Inpres Bontonompo. At first, almost all students did not know about agriculture, even though their interest in agriculture was only 2.5%. However, after the activity, they stated they were 100% interested in agriculture. ---- Anak-anak tingkat sekolah dasar merupakan tonggak paling pertama dalam proses pembukaan mata tentang pertanian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan pertanian melalui media interaktif yang sesuai bagi anak-anak sekolah dasar yaitu hidrogel sebagai media tanam dan pembuatan kompos dari limbah rumah tangga. Peserta merupakan murid SD Inpres Bontonompo yang berasal dari kelas IV dan V dengan jumlah 40 orang. Kegiatan dilaksanakan di aula sekolah dengan menggunakan metode penyuluhan, praktek langsung dan diakhiri dengan dialog atau diskusi yang bersifat interaktif. Penyuluhan dilaksanakan dengan memberi materi berupa PPT (POWERPOINT) yang dimuculkan dimonitor yang dilanjutkan dengan praktek pengenalan media hidrogel dan praktek pembuatan kompos dari limbah rumah tangga serta daun-daun kering yang ada di lingkungan sekolah. Melalui hidrogel peserta menjadi sangat tertarik mempelajari cara budidaya tanaman dan memahami bahwa tanah bukan satu-satunya media untuk menanam. Kemudian praktek membuat kompos dengan limbah sayur yang berasal dari rumah mereka masing-masing. Dari bahan kompos yang dibawa oleh peserta, terlihat limbah kangkung yang paling banyak (55%), kemudian daun kubis (20%), lalu batang kelor (17,5%) dan terakhir kulit wortel-kentang (7,5%). Hasil evaluasi menggunakan survei pada peserta yang dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan. Perbedaan terlihat dari hasil survei yang diberikan pada murid-murid SD Inpres Bontonompo. Pada awalnya hampir semua murid tidak mengetahui tentang pertanian bahkan ketertertarikan pada bidang pertanian hanya sebesar 2,5%. Namun setelah kegiatan, mereka menyatakan tertarik pada bidang pertanian sebesar 100%.
Language: English
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W4412091815
FWCI:
Cites:
Cited by:
Related to: 10