Food Diary Sebagai Media Pemantauan Kecukupan Asupan Protein Terhadap Peningkatan Indikator Antropometri Dan Dietary Balita Stunting 12-59 Bulan Di Tasikmalaya
Year: 2025
Type: article
Study design: Clinical Trial
Abstract: ABSTRACTBackground: One of the risk factors for stunting is protein intake, which acts as a receptor that can influence DNA function, thereby stimulating or controlling the growth process. Efforts to improve knowledge and attitudes are carried out through health education, one of which is using food diary as a medium for monitoring high protein intake in the daily food consumption of stunted toddlers.Objectives: This research aimed to know the effectiveness of monitoring high protein meal intake using food diary towards increasing anthropometric and dietary indicators of stunted toddlers aged 12-59 months in the Tawang Community Health Center working area. Methods: The design of this research is a quasi-experimental design pre and post design. Sampling method was used total sampling. The independent variable in this study was monitoring high protein food intake with media food diary. The dependent variable is the anthropometric and dietary indicators of stunting toddlers. The minimum research subjects were 56 stunted toddlers aged 12-59 months. Food intake monitoring was carried out for 1 month using media food diary. Data analysis uses the Wilcoxon test if the data is not normally distributed, and uses the paired t test if the data is normally distributed.Results: There was a significant difference (p<0.05) between nutritional status based on z score for height for age (TB/U), body weight and height before and after monitoring. There was no significant difference (p>0.05) in energy, protein, fat and carbohydrate intake before and after intervention.Conclusion: The use of nutrition education methods in the form of food diary In the long term, assessing food consumption is less effective due to the time-consuming filling factor and the accuracy of filling. ABSTRAKLatar Belakang: Salah satu faktor risiko stunting adalah asupan protein yang berperan sebagai reseptor yang dapat mempengaruhi fungsi DNA sehingga merangsang atau mengendalikan proses pertumbuhan. Usaha perbaikan pengetahuan dan sikap dilakukan melalui pendidikan kesehatan salah satunya menggunakan food diary sebagai media pemantauan asupan tinggi protein dalam konsumsi makanan harian balita stunting.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemantauan asupan makanan tinggi protein menggunakan food diary terhadap peningkatan indikator antropometri dan dietary balita stunting usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tawang.Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan pre and post desain. Pengambilan sampel dengan metode total sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemantauan asupan makan tinggi protein dengan media food diary. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah indikator antropometri (BB, TB) dan dietary balita stunting. Subjek penelitian minimal sebanyak 56 balita stunting 12-59 bulan. Pemantauan asupan makan dilakukan selama 1 bulan menggunakan media food diary. Analisis data menggunakan uji wilcoxon jika data tidak terdistribusi normal, dan menggunakan uji ttest berpasangan jika data terdistribusi normal.Hasil: Terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) antara status gizi berdasarkan z score tinggi badan per umur (TB/U), berat badan dan tinggi badan sebelum dan sesudah pemantauan. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) asupan energi, protein, lemak dan karbohidrat sebelum dan sesudah intervensi.Simpulan: Penggunaan metode pendidikan gizi berupa food diary dalam jangka panjang untuk menilai konsumsi pangan kurang efektif dikarenakan faktor pengisian yang cukup memakan waktu dan keakuratan pengisiannya.
Source: Journal of Nutrition College
Institutions: Siliwangi University, Jenderal Soedirman University
Language: English
Topic: Public Health and Nutrition
Field: Medicine
Domain: Health Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W4412770296
