Year: 2025
Type: article
Abstract: The daily lives of people living with HIV/AIDS are often filled with challenges stemming from physical, mental, and socio-cultural aspects. Among them, many are able to face these challenges, while some struggle to do so. Women living with HIV face even greater challenges due to their gender roles in society, whether as single women, mothers, wives, or daughters-in-law. his study describes the dynamic challenges faced by women living with HIV in Bandung City. These challenges go beyond biological aspects and include the ways they confront them. The research employs a phenomenological method, with data collected through in-depth interviews and participant observation involving seven women with HIV/AIDS who are either homemakers or workers. The findings reveal that the daily lives of women living with HIV/AIDS in Bandung are marked by issues related to their physical, mental, and socio-cultural conditions. After being infected, their physical health often deteriorates, requiring them to adapt to these conditions to maintain their daily activities. They also experience mental pressure due to the need to hide their health status because of societal stigma. Some women fail to manage these challenges and experience stress, while others successfully cope with them. Remarkably, some women manage to empower themselves and live fulfilling lives.Kehidupan sehari-hari orang dengan HIV/AIDS selalu penuh dengan problem yang berasal dari aspek fisik, mental, dan sosio-kultural. Diantara mereka, banyak yang mampu menghadapi tantangan itu, dan sebagian tidak mampu menghadapinya. Para pengidap HIV perempuan memiliki tantangan yang lebih berat karena berkaitan dengan peran gender mereka di masyarakat, baik sebagai perempuans ingle, ibu, istri atau menantu. Penelitian ini menggambarkan kehidupan perempuan dengan HIV di Kota Bandung yang penuh dengan berbagai tantangan serta cara mereka menghadapi tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi partisipasi pada 7 perempuan dengan HIV dan AIDS dengan status sebagai ibu rumah tangga dan pekerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan keseharian para perempuan dengan HIV/AIDS di kota Bandung diwarnai dengan persoalan terkait kondisi fisik , mental, dan sosio-kultural. Setelah terinfeksi, kondisi fisik mereka seringkali menurun dan membuat mereka harus dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut agar bisa tetap beraktiitas sehari-hari. Mereka juga mengalami tekanan mental karena harus menyembunyikan status penyakit mereka karena adanya stigma di masyarakat. Beberapa perempuan tidak dapat mengelola tantangan itu dengan baik sehingga mengalami stres, tetapi beberapa dapat menghadapi tantangan itu dengan baik. Bahkan ada beberapa perempuan yang dapat memberdayakan dirinya dan menjalani hidupnya dengan sejahtera.
Source: Sosiohumaniora
Institution: Padjadjaran University
Language: English
Subfield: Infectious Diseases
Field: Medicine
Domain: Health Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W4413259689
