Work

Pengelompokkan Kabupaten/Kota di Jawa Barat Berdasarkan Penyaluran dan Penyerapan Dana Alokasi Khusus Fisik Tahun 2023 Menggunakan Complete Linkage

Year: 2025
Type: conference-paper
Abstract: . The Physical Special Allocation Fund (DAK Fisik) is allocated through the state budget (APBN) to support public infrastructure development and reduce regional disparities. Although the national realization rate has reached nearly 90% over the past five years, unequal distribution and absorption among regions remain, potentially hindering development targets. To address this, a structured analysis is needed to identify distribution and absorption patterns. This study clusters 27 regencies/cities in West Java based on the percentage of DAK Fisik distribution and absorption in 2023 using the agglomerative hierarchical clustering method with a complete linkage approach. This method was chosen for its ability to form compact, consistent clusters and its robustness against outlier. The analysis yielded three clusters: cluster 1 (14 regions) with optimal performance in both distribution and absorption, cluster 2 (12 regions) requiring improved absorption, and cluster 3 (1 region) needing focus on distribution. The silhouette coefficient value of 0,51163 indicates a fairly good cluster structure, while the cophenetic coefficient of 0,65307 reflects a sufficiently accurate hierarchical representation. Together, these results suggest that the clustering structure is of good quality and can serve as a useful reference for targeted government interventions to improve fund utilization. Abstrak. Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dialokasikan melalui APBN untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana publik serta mengurangi kesenjangan antar wilayah. Meski realisasi nasional hampir mencapai 90% dalam lima tahun terakhir, masih terdapat ketidakseimbangan penyaluran dan penyerapan antar daerah, yang dapat menghambat pencapaian target pembangunan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengidentifikasi pola penyaluran dan penyerapan dana tersebut secara lebih terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengelompokkan 27 kabupaten/kota di Jawa Barat berdasarkan persentase penyaluran dan penyerapan DAK Fisik tahun 2023 menggunakan metode agglomerative hierarchical clustering dengan pendekatan complete linkage. Metode ini dipilih karena mampu membentuk cluster yang kompak, seragam, dan tahan terhadap pencilan. Hasil analisis menghasilkan tiga cluster: cluster 1 (14 daerah) dikategorikan optimal karena memiliki kinerja penyaluran dan penyerapan tinggi; cluster 2 (12 daerah) menunjukkan perlunya peningkatan serapan; dan cluster 3 (1 daerah) perlu difokuskan pada peningkatan penyaluran. Evaluasi menggunakan silhouette coefficient sebesar 0,51163 menunjukkan kualitas pengelompokan cukup baik, sedangkan koefisien cophenetic sebesar 0,65307 mengindikasikan representasi hierarki yang cukup akurat. Kombinasi keduanya menunjukkan bahwa hasil clustering berada dalam kategori susunan baik dan dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan pembinaan yang lebih tepat sasaran.
Language: English
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W4413333010
FWCI:
Cites:
Cited by:
Related to: