Hubungan Penggunaan Love Language Dengan Kualitas Komunikasi Interpersonal Antara Anak Dan Orang Tua (Studi Korelasional dalam Membangun Kedekatan Emosional Dikalangan Pelajar MAN Bandung Barat)
Year: 2025
Type: conference-paper
Study design: Observational Study
Abstract: . Middle adolescence (15–18 years) is an important period in an individual's social and emotional development, where adolescents begin to find their identity and establish meaningful relationships. One important factor in this process is emotional closeness with parents. This study aims to determine the relationship between the use of Love Language and the quality of interpersonal communication between children and parents. The study was conducted quantitatively using quota sampling techniques on 124 students of MAN West Bandung. The instrument used was a questionnaire with 22 Likert-scale statement items. Data were analyzed using validity, reliability, frequency distribution, and Spearman Rho correlation tests. The results showed a strong and significant relationship between the use of Love Language and the quality of interpersonal communication, with a correlation coefficient value of 0.754 (p <0.001). This finding indicates that the higher the application of Love Language, the better the quality of interpersonal communication that is built. This study supports Gary Chapman's theory on the role of Love Language in creating effective communication and strengthening emotional closeness in family relationships. Abstrak. Masa remaja pertengahan (15–18 tahun) merupakan masa penting dalam perkembangan sosial dan emosional individu, dimana remaja mulai mencari jati diri dan menjalin hubungan yang bermakna. Salah satu faktor penting dalam proses ini adalah kedekatan emosional dengan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan Bahasa Cinta dengan kualitas komunikasi interpersonal anak dan orang tua. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan teknik quota sampling terhadap 124 siswa MAN Bandung Barat. Instrumen yang digunakan berupa angket dengan 22 item pernyataan berskala likert. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, distribusi frekuensi, dan korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara penggunaan Bahasa Cinta dengan kualitas komunikasi interpersonal, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,754 (p<0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penerapan Bahasa Cinta maka semakin baik pula kualitas komunikasi interpersonal yang terbangun. Penelitian ini mendukung teori Gary Chapman tentang peran Bahasa Cinta dalam menciptakan komunikasi efektif dan memperkuat kedekatan emosional dalam hubungan keluarga.
Authors: Saniah Fitriyani, Oji Kurniadi
Institution: Bandung Islamic University
Language: English
Subfield: Social Psychology
Field: Psychology
Domain: Social Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W4413363830
