Analisis Jadwal Operasi Trailer Melalui Simulasi Time Slot Management untuk Mengatasi Ketidakseimbangan Lalu Lintas Pengangkutan Batubara di Simpang Hammer 73 Highwall Pt. Adaro Indonesia di Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan
Year: 2025
Type: conference-paper
Abstract: . PT Adaro Indonesia is a coal mining company in Tabalong Regency, South Kalimantan. One of the critical transportation points is at the Hammer 73 Highwall intersection, where the SST 74 Quadaxle and HD785 trailers meet, which causes traffic imbalance, increases waiting time, and reduces productivity. This study aims to analyze the coal transportation traffic system, identify obstacles, and evaluate the implementation of Time Slot Management (TSM) as a solution for managing operational schedules. The method used is a quantitative approach through collecting primary data such as circulation time, waiting time, and operational obstacles in the field, then analyzed using TSM simulation. The results show that the implementation of TSM is able to reduce circulation time from 249.54 minutes to 236.40 minutes/cycle and increase trailer productivity from 30.96 to 33.59 tons/hour/tool. Thus, TSM effectively reduces overlapping transportation movements and improves operational efficiency. Abstrak. PT Adaro Indonesia merupakan perusahaan tambang batubara di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Salah satu titik kritis pengangkutan terdapat di Simpang Hammer 73 Highwall, pertemuan antara trailer SST 74 Quadaxle dan HD785, yang menimbulkan ketidakseimbangan lalu lintas, meningkatkan waktu tunggu, serta menurunkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem lalu lintas pengangkutan batubara, mengidentifikasi hambatan, dan mengevaluasi penerapan Time Slot Management (TSM) sebagai solusi pengaturan jadwal operasional. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data primer seperti waktu edar, waktu tunggu, dan hambatan operasional di lapangan, kemudian dianalisis menggunakan simulasi TSM. Hasil menunjukkan penerapan TSM mampu menurunkan waktu edar dari 249,54 menit menjadi 236,40 menit/siklus serta meningkatkan produktivitas trailer dari 30,96 menjadi 33,59 ton/jam/alat. Dengan demikian, TSM efektif mengurangi tumpang tindih pergerakan alat angkut dan meningkatkan efisiensi operasional.
Authors: Dimas Alfariz, Iswandaru, Sriyanti
Institution: Bandung Islamic University
Language: English
Subfield: Control and Systems Engineering
Field: Engineering
Domain: Physical Sciences
Open Access status: hybrid
OpenAlex ID: W4413364233
