Work

Hubungan pola makan ibu hamil terhadap pertambahan berat badan pada saat kehamilan di Desa Cilembu Kabupaten Sumedang periode November 2018

Year: 2025
Type: article
Study design: Observational Study
Abstract: Background: Inadequate pregnancy weight gain, whether lower or higher than the recommended level, can pose health risks for both mothers and their babies. Such weight discrepancies may lead to pregnancy complications, impaired fetal growth, and low birth weight or stunting in infants. This study aims to identify the relationship between maternal dietary patterns—evaluated based on the adequacy of energy, carbohydrate, protein, and fat intake—and maternal weight gain during pregnancy in Cilembu Village, Sumedang Regency, in November 2018. Methods: A cross-sectional study design was applied, involving a total sample of 30 pregnant women who were selected using total sampling. Data collection was performed using the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) to assess dietary patterns, while anthropometric measurements (body weight) were used to evaluate weight gain. The relationship between nutrient intake adequacy and maternal weight gain was analyzed using the Spearman rank correlation test with SPSS version 24. Results: The study showed that 60% of respondents experienced weight gain in accordance with the recommended guidelines, while 40% did not. There was a significant association between the adequacy of energy intake (p=0.000), protein intake (p=0.014), and fat intake (p=0.006) with maternal weight gain during pregnancy. In contrast, carbohydrate intake adequacy was not significantly associated with weight gain (p=0.307). Conclusion: The adequacy of energy, protein, and fat intake showed significant relationships with maternal weight gain during pregnancy, while carbohydrate intake did not. Therefore, it is recommended that pregnant women maintain a balanced and nutritious diet that aligns with pregnancy needs to promote maternal health and optimal fetal growth. Latar Belakang: Kenaikan berat badan selama kehamilan yang tidak sesuai dengan rekomendasi, baik terlalu rendah maupun berlebih, dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi ibu dan bayi. Hal ini mencakup komplikasi kehamilan, pertumbuhan janin yang terhambat, hingga kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah atau stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan ibu hamil yang dinilai berdasarkan tingkat kecukupan konsumsi energi, karbohidrat, protein, dan lemak, dengan pertambahan berat badan ibu hamil selama kehamilan di Desa Cilembu, Kabupaten Sumedang, pada November 2018. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 30 ibu hamil yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) untuk pola makan dan pengukuran antropometri (berat badan) untuk menentukan pertambahan berat badan. Analisis hubungan antara tingkat kecukupan konsumsi zat gizi dengan pertambahan berat badan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman rank dengan program SPSS versi 24. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% responden mengalami pertambahan berat badan yang sesuai dengan rekomendasi, sementara 40% responden mengalami pertambahan yang tidak sesuai. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan konsumsi energi (p=0,000), protein (p=0,014), dan lemak (p=0,006) dengan pertambahan berat badan ibu hamil. Namun, tingkat kecukupan konsumsi karbohidrat tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,307). Kesimpulan: Tingkat kecukupan konsumsi energi, protein, dan lemak berhubungan signifikan dengan pertambahan berat badan ibu hamil, sedangkan karbohidrat tidak. Oleh karena itu, disarankan agar ibu hamil memperhatikan pola makan yang seimbang dan bergizi sesuai dengan kebutuhan kehamilan, untuk mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin yang optimal.
Language: English
Field: Medicine
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W4414837492
FWCI:
Cites:
Cited by:
Related to: