Work

Faktor-Faktor Penghambat Bidang Kerja Sama di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Dengan Du/Di pada Tahun 2023

Year: 2024
Type: article
Study design: Observational Study
Abstract: : The low cooperation between the Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang (UM) with Business/Industries (Dunia Usaha/Dunia Industri, shortened DU/DI) was challenging, i.e. to produce ready-to-work graduates, synergy between universities and DU/DI, and fulfillment of IKU (Indikator Kinerja Utama or Key Performance Indicators) which is an obligation for each university. This study aimed to identify the obstacles that affect the faculty’s 2023 achievement. Quantitative methods with questionnaires to 14 Heads of Study Programs were used to collect data. The results showed that internal barriers (47.62%, dominant in the lack of resources), network weaknesses (28.57%, lack of industry contacts), and information gaps (23.81%, mainly lack of cooperation information) were the main obstacles. To overcome these problems, it was recommended to conduct training for the involved parties (resources development), simplify internal processes, and strengthen the cooperation networks. Thus, it is expected to increase the synergy between higher education and industry, and produce graduates who are more competent and relevant to the needs of the labor market. Abstrak: Rendahnya tingkat kerja sama antara Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) dan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) menjadi tantangan dalam berbagai hal, seperti upaya untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja, sinergi perguruan tinggi dengan DU/DI, dan pemenuhan IKU yang merupakan kewajiban bagi tiap perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi pencapaian kerja sama tersebut pada tahun 2023. Metode kuantitatif dengan kuesioner kepada 14 Ketua Program Studi digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan internal (47,62%, dominan pada kurangnya sumber daya), kelemahan jaringan (28,57%, diwakili oleh minimnya kontak industri), dan kesenjangan informasi (23,81%, dominan pada tidak adanya informasi tentang kerja sama) menjadi kendala utama. Untuk mengatasi masalah ini, disarankan pelaksanaan pelatihan bagi para pihak yang terlibat (perbaikan sumber daya), penyederhanaan proses internal, dan penguatan network kerja sama. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara pendidikan tinggi dan industri, serta menghasilkan lulusan yang lebih kompeten dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Language: English
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W4414971011
FWCI: 0.453
Cites:
Cited by: 1
Related to: