Year: 2024
Type: article
Abstract: In the learning process, several gender-biased teaching materials, including textbooks in Indonesia, mostly prioritize men, meaning that gender roles are not balanced and there are gender stereotypes or biases. The research method used in this study is discourse analysis, to see the character of the contents of the Indonesian History textbook, both visible and hidden, with data validation obtained from literature studies and documentation studies. The implementation of this research is how gender is represented in the Indonesian History textbook published by the Ministry of Education and Culture. The research findings show that, in these two books, gender is mostly represented by using language that describes the concept of stereotypes, both male and female characters, although most of these gender stereotypes are not in accordance with their gender. The comparisons between the two textbooks are: In the Kemendikbud book, many characters are told with slightly superior gender traits, clear narratives, the author is more likely to express characters using language based on gender stereotypes, and seems to provide justification for the character's attitudes that tend to be negative, by using language based on gender stereotypes. In other words, it is full of state goals. AbstrakDalam proses pembelajaran, beberapa bahan ajar bias gender, termasuk materi buku teks di Indonesia, kebanyakan lebih memprioritaskan laki-laki, artinya tidak seimbangnya peran gender dan adanya stereotip atau bias gender. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana, untuk melihat karakter dari isi buku teks Sejarah Indonesia, baik itu yang nampak maupun yang tersembunyi, dengan validasi data didapatkan dari studi pustaka dan studi dokumentasi. Dilaksanakannya penelitian ini adalah bagaimana gender direpresentasikan dalam buku teks Sejarah Indonesia terbitan Kemendikbud. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, dikedua buku ini, gender banyak direpresentasikan dengan menggunakan bahasa yang menggambarkan konsep stereotip, baik dari tokoh laki-laki maupun perempuan, meskipun hampir sebagian stereotip gender ini tidak sesuai dengan jenis kelamin yang dimilikinya. Perbandingan kedua buku teks tersebut, ialah: Dalam Buku Kemendikbud banyak tokoh yang diceritakan dengan sifat gender yang sedikit unggul, narasi yang gamblang, penulis lebih cenderung mengungkapkan tokoh dengan menggunakan bahasa berdasarkan stereotip gender, dan seakan memberikan pembenaran atas sikap tokoh yang cenderung negatif, dengan kata lain sarat akan tujuan negara. © 2023 Kantor Jurnal dan Publikasi UPI
Author: Isra Diana
Institution: Indonesia University of Education
Language: English
Topic: Gender Studies in Language
Subfield: Gender Studies
Field: Social Sciences
Domain: Social Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W4415234418
FWCI:
Cites:
Cited by:
Related to:
