Year: 2025
Type: article
Abstract: Salah satu tujuan pembelajaran diferensiasi adalah untuk menciptakan pemebelajaran yang sesuai dengan karakteristik atau keunikan siswa (kesiapan, minat, dan gaya belajar). Ini akan memungkinkan siswa untuk berkembang sesuai bakat dan minatnya. Mengidentifikasi potensi minat dan bakat siswa sejak dini sangat penting untuk guru dan orang tua untuk membantu siswa termotivasi untuk mencapai impian mereka. Penelitian kualitatif deskriptif digunakan dalam metodologi ini. Ketika kepribadian kecerdasan manusia diproses dari waktu ke waktu, konsep tes STIFIn digunakan untuk mengidentifikasi bakat atau minat terbesar dari jati diri setiap siswa. Potensi adalah kemampuan dan kekuatan yang dimiliki seseorang, baik fisik maupun mental. Dengan bimbingan dan dukungan yang baik, mereka dapat berkembang. Tes sidik jari tidak sama untuk setiap orang. Oleh karena itu, hasilnya menunjukkan informasi tentang komposisi susunan syaraf. Selanjutnya, informasi ini dihubungkan dengan belahan otak tertentu yang berfungsi sebagai sistem operasi dan mesin kecerdasan individu, yang diberi STIFIn. Sensasi (S), Thingking (T), Intuiting (I), Feeling (F), dan Insting (In) Melihat bagaimana keberadaan mesin kecerdasan dan kepribadian genetik ini mendorong perkembangan kecerdasan manusia yang lebih baik dan kemampuan untuk mengenali potensi terbaik dari diri sendiri dengan menggunakan metodologi kajian literatur. Tes STIFIn memiliki banyak manfaat untuk pendidikan. Ini termasuk potensi bakat siswa, gaya belajar siswa, motivasi, dan kendala belajar.
Source: Firdaus Journal
Authors: Indra Fadriana, Fadly Azhar
Institution: Riau University
Language: English
Subfield: Education
Field: Social Sciences
Domain: Social Sciences
SDG: Quality education
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W7117986295
FWCI:
Cites:
Cited by:
Related to:
