Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Perilaku Pencegahan Kolesterol pada Masyarakat Desa Kasoloang Kecamatan Bambaira: The Influence of Health Education on Cholesterol Prevention behavior in the Community in Kasoloang Village, Bambaira District
Year: 2025
Type: article
Study design: Clinical Trial
Abstract: Penyakit Tidak Menular (PTM), termasuk hiperkolesterolemia, merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Data WHO menunjukkan bahwa sekitar 45% penduduk dunia mengalami kolesterol tinggi, sementara di Indonesia prevalensinya mencapai 28%. Kondisi ini dipengaruhi oleh gaya hidup tidak sehat, konsumsi makanan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, merokok, serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan kolesterol. Penyuluhan kesehatan menjadi salah satu strategi preventif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat mengenai pengendalian kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan tentang kolesterol di Desa Kasoloang, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu. Penelitian menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest design dengan total sampel berjumlah 23 orang yang dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan, sikap, dan tindakan yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) penyuluhan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk melihat perubahan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada ketiga variabel. Pengetahuan kategori baik meningkat dari 65,2% menjadi 95,7% setelah penyuluhan. Sikap kategori baik meningkat dari 65,2% menjadi 91,3%, sementara tindakan baik meningkat dari 56,5% menjadi 91,3%. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value pengetahuan = 0,020, sikap = 0,034, dan tindakan = 0,005 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketiga variabel tersebut. Media leaflet yang digunakan dalam penyuluhan turut membantu responden memahami materi secara lebih mudah dan berulang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat terkait pencegahan kolesterol. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya kegiatan penyuluhan rutin oleh tenaga kesehatan, peningkatan akses masyarakat terhadap informasi kesehatan yang mudah dipahami, serta penerapan gaya hidup sehat secara berkelanjutan untuk menekan risiko kolesterol tinggi di masyarakat pedesaan.
Source: Jurnal Kolaboratif Sains
Institution: Universitas Muhammadiyah Palu
Language: English
Topic: Public Health and Nutrition
Field: Medicine
Domain: Health Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W7217306337
FWCI:
Cites:
Cited by:
Related to:
