Psikoedukasi Digital Well-Being Untuk Mengelola Technostress Pada Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Daerah D.I. Yogyakarta
Year: 2026
Type: article
Abstract: Transformasi digital di lingkungan pemerintahan mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk semakin bergantung pada teknologi informasi dalam pekerjaan sehari-hari, melalui sistem seperti *e-office*, *e-kinerja*, dan Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN). Penggunaan teknologi dengan intensitas tinggi tanpa kesiapan psikologis yang memadai dapat memicu *technostress* (stres akibat teknologi) dan menurunkan kesejahteraan digital (*digital well-being*). Hal ini terlihat dari survei internal tahun 2025 di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Daerah Istimewa Yogyakarta, di mana 68% pegawai melaporkan mengalami kelelahan digital (*digital fatigue*). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan pegawai BKD dalam mengelola penggunaan teknologi secara sehat melalui psikoedukasi kesejahteraan digital, yang sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) ke-8 mengenai pekerjaan yang layak. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Mei 2026 dengan melibatkan 35 peserta, menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, refleksi diri terbimbing, serta penyusunan rencana aksi, yang dievaluasi melalui formulir testimoni pascakegiatan. Analisis tematik menunjukkan respons positif dari peserta dalam tiga aspek: persepsi mengenai kebermanfaatan materi, peningkatan kesadaran tentang kesejahteraan digital, serta niat untuk menerapkan strategi pengelolaan teknologi yang sehat. Temuan ini mendukung penggunaan psikoedukasi sebagai strategi yang relevan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis ASN di tengah proses digitalisasi birokrasi yang terus berlangsung.
Source: Jurnal Pengabdian West Science
Institution: State University of Jakarta
Language: Indonesian
Subfield: Social Psychology
Field: Psychology
Domain: Social Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W7223968412
