Year: 2026
Type: article
Abstract: Penelitian ini membahas hubungan Islam dan budaya lokal masyarakat Lampung Pesisir Barat, khususnya masyarakat Lampung Saibatin. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui buku, jurnal ilmiah, penelitian terdahulu, dan data Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan Islam dan budaya lokal berlangsung melalui interaksi dan penyesuaian antara nilai Islam dan tradisi yang diwariskan turun-temurun. Hal ini terlihat pada tradisi Ngejalang yang memuat nilai doa, silaturahmi, berbagi, dan kebersamaan, serta Ngumbai Lawok yang mencerminkan rasa syukur kepada Allah, kepedulian sosial, dan hubungan masyarakat dengan laut. Dengan demikian, Islam dan budaya lokal masyarakat Pesisir Barat tidak berdiri terpisah, tetapi saling berinteraksi membentuk kehidupan sosial dan identitas budaya masyarakat. Kata kunci: Islam, budaya lokal, Lampung Saibatin, Pesisir Barat, Ngejalang. Abstract This study examines the relationship between Islam and local culture among the Lampung Saibatin community of Pesisir Barat. Using a descriptive qualitative library-research approach based on books, scholarly articles, previous studies, and Statistics Indonesia (BPS) data, it finds that the relationship develops through interaction and mutual adjustment between Islamic values and inherited traditions. The Ngejalang tradition embodies prayer, kinship, sharing, and togetherness, while Ngumbai Lawok expresses gratitude to God, social concern, and the community’s bond with the sea. Islam and local culture therefore interact, rather than stand apart, in shaping the community’s social life and cultural identity. Keywords: Islam, local culture, Lampung Saibatin, Pesisir Barat, Ngejalang.
DOI: 10.66914/ajmc8p76
Institution: Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Language: English
Subfield: Cultural Studies
Field: Social Sciences
Domain: Social Sciences
Open Access status: hybrid
OpenAlex ID: W7224829190
