Work

Pendidikan Transformatif Berbasis Nilai-Nilai Islam Dalam Pencegahan Bullying Di Madrasah Ibtidaiyah Kota Mataram

Year: 2026
Type: article
Abstract: Perundungan tetap menjadi masalah penting dalam pendidikan dasar karena tidak hanya memengaruhi kesejahteraan psikologis siswa, tetapi juga hubungan sosial, kenyamanan belajar, dan pengembangan karakter mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk perundungan, menganalisis penerapan pendidikan transformatif berbasis nilai-nilai Islam dalam pencegahan perundungan, mengidentifikasi nilai-nilai Islam yang diinternalisasi dalam proses tersebut, serta mengungkap faktor-faktor pendukung dan penghambat di sekolah dasar Islam di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam paradigma interpretatif-konstruktivis. Penelitian ini dilakukan di enam Madrasah Ibtidaiyah: MIN 1 Kota Mataram, MIN 2 Kota Mataram, MIN 3 Kota Mataram, MI Nurul Islam Sekarbela, MI Al-Madiniyah Jempong, dan MI Taman Kota Mataram. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui pengorganisasian data, interpretasi, dan identifikasi tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perundungan terjadi dalam bentuk ejekan verbal, pelabelan negatif, agresi fisik ringan, serta mengambil atau mengganggu barang milik teman sebaya. Pendidikan transformatif diterapkan melalui dialog dan refleksi, pembelajaran moral, bimbingan bertahap, komunikasi dengan orang tua, teladan guru, pembiasaan, serta pengalaman sosial siswa. Nilai-nilai Islam yang dominan dan telah diinternalisasi meliputi ukhuwah, rahmah, keadilan, tanggung jawab, kebersamaan, penghormatan terhadap keberagaman, dan akhlakul karimah. Pelaksanaannya didukung oleh komitmen kepemimpinan, teladan guru, iklim sekolah yang berorientasi pada keluarga, pembiasaan nilai, dan komunikasi dengan orang tua. Hambatan utama meliputi perbedaan antara perilaku siswa di sekolah dan di luar sekolah, komunikasi yang terbatas dengan beberapa orang tua, serta keterbatasan jumlah guru dan waktu pengawasan. Studi ini menyimpulkan bahwa pencegahan perundungan tidak boleh hanya mengandalkan pendekatan disiplin, tetapi harus melibatkan proses pendidikan berkelanjutan yang mengubah kesadaran, sikap, dan perilaku siswa.
Language: Indonesian
Field: Psychology
Open Access status: hybrid
OpenAlex ID: W7224997488
FWCI:
Cites:
Cited by:
Related to: 10