Hubungan Self-Compassion Dengan Impostor Syndrome pada Mahasiswa Penerima Beasiswa Bank Indonesia Universitas Syiah Kuala
Year: 2026
Type: article
Study design: Observational Study
Abstract: Impostor syndrome merupakan kondisi psikologis ketika individu meragukan kompetensi dirinya dan merasa tidak pantas atas pencapaian yang diraih, meskipun terdapat bukti objektif mengenai keberhasilannya. Fenomena ini dapat dialami oleh individu berprestasi, termasuk mahasiswa penerima beasiswa. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan impostor syndrome adalah self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-compassion terhadap impostor syndrome pada mahasiswa penerima Beasiswa Bank Indonesia di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 100 mahasiswa penerima Beasiswa Bank Indonesia yang tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI). Instrumen yang digunakan adalah skala self-compassion dan skala impostor syndrome. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-compassion memiliki pengaruh statistik negatif dan signifikan terhadap impostor syndrome, dengan koefisien regresi sebesar -0,475 dan nilai signifikansi p < 0,001. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,299 menunjukkan bahwa self-compassion menjelaskan 29,9% variasi impostor syndrome. Dengan demikian, semakin tinggi self-compassion, semakin rendah kecenderungan mahasiswa mengalami impostor syndrome. Kata kunci: self-compassion, impostor syndrome, mahasiswa, beasiswa BI
DOI: 10.21009/jppp.152.07
Institution: Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Language: Indonesian
Subfield: Clinical Psychology
Field: Psychology
Domain: Social Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W7225007280
