Pengembangan Resiliensi Narapidana Perempuan Muslim Melalui Pelatihan Keterampilan Resiliensi Islam
Year: 2016
Type: conference-paper
Abstract: Pengembangan keterampilan resiliensi adalah program pengembangan soft skill bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas II A Kendari agar mempunyai kemampuan lebih berdaya dan tangguh dalam menghadapi kesulitan hidup. Menjalani kehidupan di Rumah Tahanan bukanlah suatu hal yang mudah. Hasil penelitian Mansur (2014) menemukan bahwa narapidana di LAPAS Kelas II A Kendari mengalami depresi mulai dari depresi ringan sampai berat. Untuk menghadapi situasi seperti itu, diperlukan kemampuan yang oleh ilmuwan psikologi disebut dengan resiliensi. Pelatihan menggunakan model pembelajaran orang dewasa dengan menggunakan metode games, role play, case study, FGD dan melalui experiential learning yang berpusat pada peserta untuk menumbuhkan self awareness. Berdasarkan hasil wawancara, pengamatan dan Skala Resiliensi didapatkan hasil yang menggembirakan. Subyek dampingan menilai terjadi perubahan positif terhadap pemaknaan pengalaman hidupnya, kemampuan regulasi emosi dan pengendalian impuls lebih baik, memiliki optimisme dan merasakan lebih mampu untuk membuka diri. Kemampuan resiliensi ini diharapkan menjadi suatu kecakapan hidup untuk bekal baik selama di Rutan maupun sesudah masa tahanan berakhir.
Authors: Ros Mayasari, Mansur Mansur, Mursalat Mursalat, Fajrin Fajrin
Language: Indonesian
Topic: Resilience and Mental Health
Subfield: Clinical Psychology
Field: Psychology
Domain: Social Sciences
Open Access status: green
OpenAlex ID: W2552763333
