Year: 2019
Type: article
Abstract: Stereotip negatif yang dilekatkan pada etnik Melayu dijadikan ukuran untuk menilai anggota etnik tersebut. Datangnya era reformasi yang memberi ruang pada etnik lokal untuk menduduki jabatan-jabatan strategis membuat etnik Melayu berkesempatan untuk merekonstruksi stereotip yang melekat pada diri mereka. Penelitian mengkaji bagaimana tokoh Melayu meng counter stereotip negatif sekaligus merekonstruksi stereotip tersebut menjadi sesuatu yang positif bagi etnik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi. Pengumpulan data lapangan menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini memberitahukan bahwa stereotip negatif pada etnik Melayu merupakan bentuk ketidaktahuan pendatang terhadap Orang Melayu. Upaya meng- counter stereotip negatif yang dilekatkan pada etnik Melayu dilakukan untuk meningkatkan status etnik yang lebih positif. Kondisi tersebut menjadi penting karena pascareformasi etnik Melayu memiliki kesempatan yang besar untuk menduduki jabatan- jabatan strategis di Pekanbaru Riau.
Source: Jurnal Manajemen Komunikasi
Institutions: University of Bengkulu, Padjadjaran University, Riau University
Language: Indonesian
Subfield: Philosophy
Field: Arts and Humanities
Domain: Social Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W2954178643
