Analisis Perbandingan Kadar Senyawa Metabolit Sekunder pada Daun Pisang Kepok Kuning (Musa paradisiaca L.) Hasil Kultur Jaringan dan Tanaman Konvensional
Year: 2025
Type: article
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar senyawa metabolit sekunder pada daun pisang Kepok Kuning (Musa paradisiaca L.) hasil kultur jaringan dengan tanaman konvensional. Sampel daun pisang kultur jaringan diperoleh dari tanaman berumur 4 bulan yang ditanam di rumah kaca, sedangkan sampel konvensional berasal dari kebun rakyat dengan umur tanaman 4 bulan. Sampel dikeringkan dengan menggunakan oven pada suhu 50°C selama 10 menit kemudian sampel dikeluarkan dan didinginkan kemudian dihaluskan, kemudian diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil analisis kualitatif diperoleh senyawa flavonoid, fenol total, tanin, saponin, dan alkaloid. Hasil penelitian menunjukkan hasil analisis kuantitatif untuk kadar flavonoid, fenol total, tanin, dan alkaloid pada daun pisang hasil kultur jaringan lebih tinggi dibanding tanaman konvensional, masing-masing meningkat sebesar 15,5%, 11,8%, 21,6%, dan 15,9%. Sebaliknya, kadar saponin pada kultur jaringan lebih rendah dibanding konvensional dengan selisih 6,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik kultur jaringan dapat memengaruhi akumulasi metabolit sekunder pada daun pisang, sehingga berpotensi menjadi strategi alternatif dalam produksi senyawa bioaktif.
Institution: Medan Area University
Language: Indonesian
Subfield: Plant Science
Domain: Life Sciences
SDG: Zero hunger
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W4414792004
