Year: 2025
Type: article
Abstract: Stres psikologis memainkan peran penting dalam modulasi sistem imun melalui mekanisme kompleks yang melibatkan interaksi antara sistem saraf, endokrin, dan kekebalan. Tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak stres, baik akut maupun kronis, terhadap fungsi imun dan jalur molekuler yang terlibat. Stres kronis terbukti menginduksi disregulasi sistem kekebalan melalui aktivasi aksis hipotalamus-pituitari-adrenal (HPA) dan sistem saraf simpatis, yang menyebabkan peningkatan hormon glukokortikoid dan katekolamin. Hormon-hormon ini mempengaruhi sel-sel imun, menghambat jalur pro-inflamasi Th1 dan meningkatkan respons Th2, serta menyebabkan peningkatan kadar sitokin inflamasi seperti IL-6 dan TNF-α. Akibatnya, stres berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit kronis seperti kardiovaskular, kanker, depresi, dan diabetes. Sementara itu, stres akut dalam durasi pendek dapat memiliki efek imunostimulan yang bersifat adaptif, terutama pada individu sehat. Respons terhadap stres sangat individual dan dipengaruhi oleh kerentanan biologis serta kapasitas koping seseorang. Dengan memahami hubungan antara stres dan sistem imun dalam konteks psikoneuroimunologi, pendekatan preventif dan intervensi klinis dapat dikembangkan untuk meminimalkan dampak buruk stres terhadap kesehatan fisik dan mental.
Source: Jurnal Penelitian Pendidikan IPA
Authors: Pauzan, Muhammad Khalid Iswadi, Idham Halid
Language: Indonesian
Subfield: Behavioral Neuroscience
Field: Neuroscience
Domain: Life Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W4414875262
