Year: 2026
Type: book-chapter
Abstract: Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, yang dalam analisis ini distatuskan sebagai aktor atau agency dalam policy-making. Keaktorannya dalam policy-making yakni merespons pandemi Covid-19 hanya bisa dipahami kalau konteksnya dihadirkan. Kemampuannya melakukan respons cepat terhadap situasi gawat darurat itu dijelaskan jati dirinya sebagai artikulasi dari kelembagaan yang sifatnya organik. Ada hal paradoksal di sini. Ketika analis hendak mengedepankan keaktoran, justru keniscayaannya adalah semakin dalam menyelami perjuangannya. Kedua organisasi yang kita telaah—Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama—jelas memiliki kapasitas yang luar biasa. Kapasitas itu bisa kita pahami ketika kita menyimak konteks kehadirannya di publik; yakni sebagai institusi publik, dan institusi itu bersifat organik. Kapasitasnya itu menjadi aktual manakala organisasi menjalani proses kebijakan, sebagaimana birokrasi pemerintah: mengidentifikasi dan merumuskan permasalahan yang mengedepan, mengimplementasikan dan mengevaluasi atau menagih kinerja dirinya sendiri
Author: Dian Nur Anna, -
Language: Indonesian
Field: Social Sciences
Domain: Social Sciences
Open Access status: green
OpenAlex ID: W7204672885
