Year: 2025
Type: article
Abstract: Permasalahan yang terjadi pasca kegiatan singling Acacia crassicarpa antara lain beberapa pohon menjadi rusak akibat angin. Hal itu diduga metode pemotongan cabang belum sesuai dengan kondisi tanamannya, sehingga menghasilkan batang yang kurang kuat menahan angin. oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh metode singling yang terbaik bagi pertumbuhan diameter, tinggi tanaman dan kestabilan pohon yang diekspresikan dalam indek kelangsingan. Ketiga parameter ini saling berkaitan dan memberikan informasi mengenai kondisi struktural serta adaptasi tanaman terhadap lingkungan. Terdapat empat perlakuan, yaitu perlakuan 1 (P1) pada tinggi batang 0-50 cm cabang dipotong habis, perlakuan 2 (P2) pada tinggi batang 0-60 cm cabang dipotong habis, perlakuan 3 (P3) pada tinggi batang 0-75 cm cabang dipotong habis dan perlakuan 4 (P4) tanpa pemangkasan. Penelitian memanfaatkan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), data dianalisis menggunakan analisis varians dan uji lanjut Least Significant Difference (LSD). Parameter yang diamati yaitu tinggi, diameter dan indeks kelangsingan, pengamatan setiap dua minggu sekali. Hasil penelitian menunjukkan tinggi, diameter, dan indeks kelangsingan pada perlakuan tanpa pemangkasan memiliki nilai yang terbaik, yaitu tinggi total (108,83 cm), diameter pangkal (22,48 mm), dan indeks kelangsingan (58,08), dan pada tinggi batang 0-75 cm cabang dipotong habis memiliki nilai yang terendah yaitu tinggi total (93,03cm), diameter pangkal (11,04 mm), dan indeks kelangsingan (72,36). Perlakuan tanpa pemangkasan menunjukkan pohon lebih stabil sampai dengan umur 8 minggu. Semakin kecil nilai Indeks Kelangsingan, pohon semakin kokoh sehingga lebih stabil terhadap pengaruh angin.
Source: Jurnal Online Mahasiswa
Institution: Institut Pertanian Stiper
Language: Indonesian
Subfield: Nature and Landscape Conservation
Field: Environmental Science
Domain: Physical Sciences
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W7219987771
