Pengaruh Media Audiovisual Terhadap Kemampuan Siswa Kelas Viii Dalam Mengarang Bahasa Mandarin
Year: 2026
Type: article
Abstract: This study aims to investigate the significant influence of audiovisual media on students’ writing ability and to identify the most effective type of audiovisual media in enhancing Mandarin writing skills among eighth-grade students in Medan. The research employed a factorial design with three active variables and used one-way ANAVA for data analysis. Total of 60 students were selected through cluster random sampling and divided into three groups: class VIII-A was taught using audiovisual motion, class VIII-B with static images accompanied by narration, and class VIII-C with serial images accompanied by narration. The ANAVA results revealed that the observed F value (Fob = 6.1) exceeded the critical F value (Ftabel = 3.16, α = 0.05), leading to the rejection of the null hypothesis and acceptance of the alternative hypothesis. This indicates that audiovisual media significantly affects students’ Mandarin writing ability. Further analysis using the Newman-Keuls test demonstrated that class VIII-A achieved the highest average score (x = 77.5), outperforming class VIII-B (x = 70) and class VIII-C (x = 75). These findings suggest that audiovisual motion media is the most effective in improving Mandarin writing skills compared to static or serial image-based audiovisual media. In conclusion, the study confirms that audiovisual media can enhance students’ writing ability in Mandarin, with audiovisual motion proving to be the most influential medium among the three tested. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh signifikan media audiovisual terhadap kemampuan mengarang siswa serta mengidentifikasi jenis media audiovisual yang paling efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis Bahasa Mandarin pada siswa kelas VIII. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dengan tiga variabel aktif dan analisis data melalui one way ANAVA. Sampel penelitian terdiri atas 60 siswa yang dipilih dengan teknik cluster random sampling dan dibagi ke dalam tiga kelompok: kelas VIII-A diajarkan dengan media audiovisual motion, kelas VIII-B dengan gambar statis disertai narasi, dan kelas VIII-C dengan gambar berseri disertai narasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Fob sebesar 6,1 lebih besar daripada F-tabel sebesar 3,16 pada taraf signifikansi 0,05, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Hal ini membuktikan bahwa media audiovisual berpengaruh signifikan terhadap kemampuan mengarang Bahasa Mandarin siswa. Uji lanjut Newman-Keuls memperlihatkan bahwa kelas VIII-A memperoleh nilai rata-rata tertinggi (77,5) dibandingkan kelas VIII-B (70) dan VIII-C (75). Temuan ini menegaskan bahwa media audiovisual motion lebih efektif dibandingkan media audiovisual gambar statis maupun gambar berseri dalam meningkatkan kemampuan menulis Bahasa Mandarin. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media audiovisual, khususnya audiovisual motion, dapat menjadi strategi pembelajaran yang unggul dalam mengembangkan keterampilan mengarang Bahasa Mandarin siswa kelas VIII.
Authors: Karina, Andriani, Finna, Suryanto
Language: English
Subfield: Developmental and Educational Psychology
Field: Psychology
Domain: Social Sciences
SDG: Quality education
Open Access status: diamond
OpenAlex ID: W7223463198
